Tampilkan postingan dengan label Purchase/Pembelian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purchase/Pembelian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2011

Mencatat Biaya Kena Pajak

Untuk mencatat biaya-biaya yang kena pajak dan mau diakui Pajak nya sebagai PPn Masukan(seperti Biaya Internet, Pembelian Perlengkapan Kantor), ikuti langkah berikut :
  1. Pastikan kita sudah membuat kode pajak, jika belum silakan ikuti langkah membuat kode pajak disini.
  2. Buat Item Biaya kena pajak dari List | Items, klik New, isi kode dan nama sesuai nama Biaya yang dimaksud. Setting bagian Purchase Tax Code dengan kode pajak yang sudah kita buat. Lalu Set GLAccount(akun-akun) semua ke Account Biaya atau ke Account mana kita mau alokasikan pencatatan kita di posisi debet lawan Hutang nya, kecuali untuk account Unbilled biarkan tetap ke Unbilled Goods Account. Save&Close.
  3. Buat Purchase Invoice dari Activities | Purchase | Purchase Invoice, klik New, pilih Vendor yang dimaksud, lalu pilih item yang kita buat di langkah 2 diatas. Isi Qty 1 dan Unit Price sebesar tagihan. Pastikan dibaris item sudah muncul kode pajak. Jika Vendor sudah kena kode pajak yang sama, maka tagihan ini akan muncul PPn-nya juga. Sehingga Jurnal yang terbentuk adalah :
(Dr) Biaya    xxxx
(Dr) PPn       xxxx
(Cr)  Hutang(A/P)      xxxx
Untuk pelunasan diinput dari Activities | Purchase | Purchase Payment/Vendor Payment.
(Available for v3 & v4)
Sumber ACCURATE SOLUTION CENTER

Setting DP Account(Advance Purchase/Advance Sales)

Pada saat kita mencatat transaksi Down Payment(Uang Muka) Pembelian atau Penjualan, akan ada Pencatatan ke Account Uang Muka(Advance Purchase/Advance Sales).
Contohnya kita buat Purchase Order, lalu klik button DownPayment(Uang Muka) di form PO, maka ACCURATE akan otomatis membuat Purchase Invoice dengan Item No -1 dengan Description “Down Payment” yang jurnal nya akan mengambil setting Account yang ada di Setup | Preferences | Currency Default Account, di masing-masing Currency akan ada field Advance Sales dan Advance Purchase. Account ini yang akan di gunakan, dan dilawankan dengan Account Payable(AP).
Begitupun untuk Uang Muka Penjualan dari form SO, Uang Muka nya mengambil setting di Currency Default Account tsb dijurnal dengan account Advance Sales lawan nya Account Receivable(AR).
Catatan :
Jadi setting GLAccount di item No. -1 Down Payment tidak dipakai, karena jurnal diambil dari setting di Setup | Preferences | Currency Default Account.
(Available for v4)
Sumber(ACCURATE SOLUTION CENTER)

“Difference unbilled account not filled yet!” saat save RI

Jika pada saat Save&Close transaksi Recieved Items muncul :
Difference unbilled account not filled yet!,
please complete it at Preferences | Purchases | Receive Item.
Hal ini dikarenakan setting akun Difference Unbilled di Setup – Preferences – Purchase | Purchase Return | Differece Unbilled, belum diisi. Diisi terlebih dahulu baru kemudian Save transaksi RI tsb.
(Available for v4)
Sumber (http://solutioncenter.wordpress.com/2011/06/16/difference-unbilled-account-not-filled-yet-saat-save-ri/)

Field “SEQUENCENO” must have a value

Pada saat Save transaksi Received Item(Penerimaan Barang) muncul konfirmasi :
“Field “SEQUENCENO” must have a value”
Hal ini dikarenakan field Form No di form transaksi tsb belum diisi. Form No harus diisi baru kemudian kita Save transaksi RI tsb.
(Available for v4)
Sumber ( http://solutioncenter.wordpress.com/2011/07/14/field-sequenceno-must-have-a-value/)

Melunasi Hutang dengan Piutang atau sebaliknya

Berikut ini langkah-langkah melunasi Hutang dengan Piutang :
Buat Purchase Payment
  1. Activities | Purchase | Purchase Payment, pilih Vendor, centang invoice yang akan dilunasi, isi kolom Payment Amount sejumlah Hutang yang mau dilunasi, lalu enter.
  2. Klik kanan dibaris Invoice tsb pilih Disc Info/Write off, di tampilan Disc Info tsb, isi Disc Amount sejumlah Hutang yang mau dilunasi dan Disc Account isi dengan Account Perantara(type akun boleh Cash/Bank atau Other Current Asset).
  3. Klik Ok lalu Save and Close.
Buat Sales Receipt
  1. Activities | Sales | Sales Receipt, pilih Customer yang dimaksud, pilih Faktur yang Piutangnya mau dipakai untuk lunasi Hutang kita ke Vendor tsb. Isi kolom Payment Amount sejumlah Hutang yang mau dilunasi, lalu enter.
  2. Klik kanan dibaris Invoice tsb pilih Disc Info/Write off, di tampilan Discount Info tsb, isi Discount Amount sejumlah Piutang yang mau dipotong dan Disc Account isi dengan account Perantara yang sama dengan account yang dipilih di Discount Amount di Purchase Payment diatas.
  3. Klik Ok lalu Save and Close.
Catatan : Jadi pada akhirnya Account Perantara yang kita pakai akan 0 saldo nya.
(Available for v3 & v4) 
Sumber ( http://solutioncenter.wordpress.com/2011/07/21/melunasi-hutang-dengan-piutang-atau-sebaliknya/)

Input Saldo Awal Account Uang Muka Pembelian(Advance Purchase)

Bagaimana menginput Saldo Awal Account Uang Muka Pembelian :
  1. Buat Purchase Invoice dari Activities | Purchase | Purchase Invoice, atas Vendor yang dimaksud yang ada saldo awal Uang Muka.
  2. Isi Item dengan Item No. -1  Down Payment, Qty isi 1, Unit Price isi sebesar saldo awal Uang Muka. Save&Close.
  3. Buat Purchase Payment atas Faktur Pembelian yang dibuat diatas. Activities | Purchase | Purchase Payment, pilih Vendor lalu centang Sales Invoice Uang Muka yang sudah dibuat
  4. Klik kanan di baris Sales Invoice tsb, pilih Disc Info/Write Off, isi Disc Amount sebesar Uang Muka, dan Disc Account pilih ke account Opening Balance Equity.
Catatan :
  • Hasil Jurnal diatas untuk SI : Advance Purchase(D) pada A/P(K) . Advance Sales jurnal nya mengambil informasi dari Setup | Preferences| Currency Default Account, bagian Account Advance Sales dari Currency Customer tsb.
  • Hasil Jurnal Sales Receipt nya : A/P(D) pada Opening Balance Equity(K). Jadi pada intinya jurnal nya adalah  Advance Purchase(D) pada Opening Balance Equity(K).
(Available for v4)
Sumber ( http://solutioncenter.wordpress.com/category/accurate/purchase/ )

Pembelian Import dengan Bea Masuk Freight dan PPn Import

Berikut ini langkah-langkah input transaksi Pembelian Import berikut pencatatan Bea Masuk dan PPn Import
nya :
A. Purchase Invoice I (Tagihan Barang)
  1. Activities | Purchase | Purchase Invoice.
  2. Pilih Vendor yang sudah di set mata uang nya Mata Uang Asing, secara otomatis ACCURATE akan memunculkan informasi nilai tukar atau rate transaksi pembelian tsb, Silahkan tentukan nilai tukarnya,misal 9000. Lalu klik OK.
  3. Isi Tab Item dengan barang-barang yang dibeli berikut informasi qty dan Unit Price dalam mata uang asing.
  4. Misalkan pada pembelian tadi, dikenakan Bea masuk sebesar 100 dollar dan biaya angkut sebesar 200 dollar, maka masukkan nilai tsb pada bagian tab Expense. Klik kolom Account no, dan memilih account Bea Masuk dan Biaya angkut.
  5. Dikarenakan bea masuk dan biaya angkut ini akan dimasukkan ke harga pokok barang dan ditagihkan ke Forwarder, maka beri tanda centang pada kolom Apply to Item dan Charge To Other Vendor. Kemudian lengkapi pada bagian Expenses are charge to vendor dengan pihak Forwarder. Save & Close. (Jika forwarder lebih dari satu, pilih disini dengan salah satu vendor Forwarder saja).
B. Purchase Invoice II (Tagihan dari Forwarder & PPn Import)
  1. Buat tagihan yang kedua untuk pencatatan Hutang Bea Masuk, Freight dan PPn Import. Activities | Purchase | Purchase Invoice.
  2. Tentukan Vendor nya dengan memilih Vendor Forwarder dari tagihan yang pertama.
  3. Isikan pada bagian tab item dengan item PPN masukan. Jika belum ada, maka buat terlebih dahulu dari List – Items, klik New, Pilih tipe persediaan Non Inventory Part, No dan Nama item PPn Import misalnya. Kemudian pada bagian GL Account setting semua akunnya ke akun PPN masukan(Vat In).
  4. Masukkan qty = 1, dan dibagian Unit Price sebesar nilai Dasar Pengenaan Pajak nya, nilai ini didapat dari (harga barang + bea masuk) x rate, jika Vendor Forwarder mata uang Rupiah. Kemudian masukkan dibagian kolom Pajak(Tax) Kode Pajak nya.
  5. Selanjutnya tekan enter sampai turun ke baris kedua, masukkan item yang sama, dengan qty yang sama juga tetapi dengan Unit Price MINUS, dan Jangan dikenakan kode pajak. Agar nanti sisa nya adalah nilai PPn nya saja.
  6. Selanjutnya masuk ke tab Expense, masukkan account Biaya angkut dan Bea Masuk.
Catatan :
Jika Forwarder lebih dari satu, silakan buat Faktur Pembelian berikutnya. Jadi misal Biaya Angkut 2jt, 1.5jt dari Vendor A, dan 500rb dari Vendor B, di Purchase Invoice I diatas, langsung 2jt dibagi Rate. Dan Di langkah Purchase Invoice II diatas, berarti dibagi menjadi 2 Faktur dengan nilai masing-masing dalam Rupiah jika Vendor dalam rupiah.
Sumber : (http://solutioncenter.wordpress.com/category/accurate/purchase/)